Pengunjung mengamati pakaian yang dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (3/12/2021). Jelang libur Natal dan tahun Baru 2021, Pemerintah resmi menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 mulai berlaku di seluruh Indonesia da | Republika/Thoudy Badai

Kabar Utama

04 Dec 2021, 03:45 WIB

Rumah Sakit Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19

Rumah sakit dan tempat isolasi terpusat di sejumlah daerah mulai bersiap untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid.

TANGERANG -- Rumah sakit dan tempat isolasi terpusat di sejumlah daerah mulai bersiap untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang berpotensi terjadi  pascalibur Natal dan tahun baru. Persiapan yang dilakukan meliputi ketersediaan tempat tidur hingga tenaga kesehatan (nakes). 

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, Banten, misalnya, menyatakan, telah menyiagakan ratusan tempat tidur untuk pasien Covid-19. Direktur Utama RSUD Kota Tangerang OU Taty Damayanty mengatakan, RSUD Kota Tangerang melakukan strategi penguatan layanan atau fasilitas yang ada. Pihaknya menyediakan 218 tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tersebar di delapan lantai rumah sakit.

“RSUD Kota Tangerang juga menyiapkan layanan 14 ruangan intensive care unit (ICU) dan tiga ruangan neonatal intensive care unit (NICU),” kata Taty dalam keterangannya, Jumat (3/12).

RSUD Kota Tangerang juga telah telah memantau ketersediaan tabung oksigen. Pihaknya akan menambah stok dengan asumsi keterisian pasien mencapai 90 persen.

“Seperti diketahui, saat lonjakan kasus terjadi pada Juni-Agustus lalu, krisis tabung oksigen sempat terjadi. Belajar dari kondisi tersebut, kita menambah ketersediaan dan memperkuat jaringan isi ulang oksigen,” ujarnya menerangkan. 

photo
Petugas membawa tempat tidur untuk persiapan lokasi isolasi terpusat bagi anak- anak di Ndalem Priyosuhartan Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2021). Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyiapkan Ndalem Priyosuhartan sebagai lokasi isolasi terpusat karena dinas kesehatan Solo melakukan testing di sekolah-sekolah menyusul temuan beberapa siswa terkonfirmasi positif Covid-19 saat pembelajaran tatap muka. - (ANTARAFOTO/Maulana Surya)

Persiapan juga dilakukan Rumah Lawan Covid-19 yang menjadi pusat karantina pasien Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Koordinator Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangsel Suhara Manullang mengatakan, pihaknya  menambah satu zona menjadi tiga zona yang menjadi lokasi isolasi pasien Covid-19 di RLC. 

“Sekarang di RLC ada tiga zona. Ada 336 tempat tidur di RLC,” kata Suhara.

Dia menyebut, tenaga kesehatan di RLC juga disiapkan serta diperbantukan dengan tenaga kesehatan dari rumah sakit-rumah sakit di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Tangsel. 

Dengan adanya ancaman gelombang ketiga Covid-19, kata dia, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan mobilitas. Dengan demikian, lonjakan kasus Covid-19 bisa diantisipasi dan dicegah. 

Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, turut menyiapkan ruang rawat inap dan transit khusus untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Natal dan tahun baru. 

"Untuk ruangan transit pasien Covid-19, kita sediakan dengan kapasitas 30 tempat tidur dan ruang rawat inap itu 50 tempat tidur," kata Humas RSUD Cengkareng Aris Pribadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat. 

Pihaknya juga telah menggunakan 340 tempat tidur untuk pasien non-Covid-19. Jika nanti kasus Covid-19 meningkat, ratusan tempat tidur itu akan diprioritaskan untuk pasien yang terpapar. 

Menurut Aris, pihaknya sudah pernah merawat pasien Covid-19 dalam jumlah banyak dalam gelombang kenaikan kasus pada beberapa bulan lalu, hingga mencapai ratusan pasien. Berbekal pengalaman tersebut, Aris yakin RSUD Cengkareng dapat melayani secara maksimal jika terjadi peningkatan kasus kembali. 

Ketersediaan oksigen turut menjadi perhatian RSUD Kota Depok, Jawa Barat, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. RSUD Kota Depok menyatakan menyiapkan tangki oksigen dengan kapasitas 10 ton. 

Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan, pihaknya telah mempunyai tangki oksigen sebagai salah satu langkah antisipasi kelangkaan oksigen ketika kasus Covid-19 sedang melonjak. "Belajar dari pengalaman gelombang kasus Covid-19 lalu yang meningkat, karena pada saat seperti itu pasien membutuhkan oksigen dengan tekanan tinggi dan oksigen sulit didapatkan," ujar Devi. 

photo
Kendaraan terjebak macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (29/11). Pemerintah berencana akan kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia pada saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). - (Republika/Thoudy Badai)

Menurut Devi, selain tangki oksigen berukuran 10 ton, di RSUD Depok juga ada ratusan tabung dengan berbagai ukuran dari mulai satu meter kubik 29 tabung, enam meter kubik 160 tabung, dan tujuh meter kubik 20 tabung. "Lalu ada ukuran 10 meter kubik 57 tabung serta 175 meter kubik 10 tabung," katanya.  

Dia menjelaskan, dengan segala sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini, jika terjadi gelombang ketiga peningkatan kasus Covid-19, RSUD Kota Depok telah siap menghadapinya. "Jangan tinggalkan protokol kesehatan (prokes) dan jangan lupa divaksin. Semoga tidak ada peningkatan kasus Covid-19 lagi ke depannya," ujar Devi. 

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyebut gelombang ketiga kasus Covid-19 usai Nataru bisa saja terjadi. Namun, bukan berarti potensi ini tak bisa dicegah. “Masih ada cukup waktu untuk mencegahnya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Kamis (2/12). 

Nadia mengatakan, sebelum varian omikron terdeteksi di berbagai negara, pemerintah telah menetapkan tidak mengizinkan perayaan tahun baru atau arak-arakan, bahkan perayaan dibatasi. Saat ini, pemerintah pun memperketat pintu masuk negara. 

Oleh karena itu, dia meminta satuan tugas (satgas) di bandara, Pelabuhan, harus diperkuat untuk mengatasi masalah ini.  "Yang penting pencegahan di hulu dan memperkuat protokol kesehatan," ujarnya.

Di sisi hilir, pemerintah mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 dengan mengamankan logistik, obat, oksigen, tempat perawatan, dan persiapan tenaga kesehatan. 

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pada Kamis (2/12) menyampaikan, terjadi peningkatan angka keterisian tempat tidur atau BOR bagi pasien Covid-19 di rumah sakit. Peningkatan terjadi dalam beberapa hari terakhir dari 2,94 persen menjadi 3,07 persen. 

“BOR ruang isolasi di rumah sakit juga menunjukkan sempat mengalami peningkatan pada dua hari terakhir. Dari 2,94 persen menjadi 3,07 persen,” ujar Wiku.

Satgas juga mencatat angka BOR di Wisma Atlet mengalami peningkatan pada November dari 1,76 persen menjadi 2,2 persen. Meskipun cukup kecil, Wiku mengingatkan peningkatan angka BOR perlu diwaspadai karena mengindikasikan adanya kenaikan kebutuhan perawatan pada pasien gejala sedang atau berat.

Tak hanya angka BOR yang mengalami peningkatan, angka kasus aktif juga tercatat meningkat selama empat hari berturut-turut. Kenaikan terlihat sejak 23-24 November dari sekitar 7.900 menjadi 8.000 kasus. “Dan, terakhir meningkat menjadi 8.200 pada 27 November,” kata dia. 

Sumber : antara


×