Pesepak bola Bhayangkara FC Renan Da Silva (tengah) menghadang pesepak bola PSS Sleman pada pertandingan Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (22/11/2021). PSS Sleman dan Bhayangkara FC bermain imbang dengan skor 0-0. | ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Olahraga

02 Dec 2021, 16:51 WIB

Bhayangkara FC Pertahankan Takhta

Bhayangkara FC pun harus mencari pengganti Lee Yoo-joon yang mendapat kartu merah di pertandingan sebelumnya.

MAGELANG -- Performa negatif dalam tiga laga terakhir membuat posisi Bhayangkara FC di puncak klasemen Liga 1 2021/2022 tak aman. Tim asuhan Paul Munster bisa setiap saat terdepak jika kembali gagal memetik kemenangan dalam laga berikutnya.

Sebab, Arema FC, Persib Bandung, dan Bali United siap menggusur. Itu sebabnya the Guardian wajib membekuk Persipura Jayapura pada laga pekan ke-15 Liga 1 di Stadion Mochamad Soebroto, Magelang, Kamis (2/12). 

Kekalahan 1-2 kontra Persita Tangerang, kemudian ditahan imbang oleh PSS Sleman dan PSIS Semarang, membuat Bhayangkara FC mengevaluasi setiap lini. Di sektor pertahanan, mereka perlu memadukan Jajang Mulyana dan Dendy Sulistyawan sebagai duet bek tengah. 

Selain itu, Bhayangkara FC pun harus mencari pengganti Lee Yoo-joon yang mendapat kartu merah di pertandingan sebelumnya. Lini tengah harus diisi oleh pemain mumpuni yang bisa mendampingi Muhammad Hargianto.

Selain itu, lini serang Bhayangkara FC juga kehilangan gigi dalam tiga laga tersebut. Hanya satu gol yang mampu dicetak. Ini menjadi tanggung jawab Anderson Salles yang kerap dipasang sebagai ujung tombak dalam formasi 4-2-3-1.

Munster mengakui, timnya butuh perbaikan besar-besaran jika melirik hasil tiga laga sebelumnya. Ia menyebut masih ada beberapa hal yang keliru dalam penerapan di lapangan. 

"Untuk laga nanti, kami hanya akan coba memperbaiki setiap kesalahan. Persiapan sejauh ini sudah baik, tinggal bagaimana kami mengoreksi yang kurang dari laga sebelumnya," kata Munster dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/12). 

Pelatih asal Irlandia Utara itu tak ingin meremehkan Persipura yang terpuruk musim ini dengan menghuni zona merah klasemen Liga 1. Menurut dia, Persipura punya rekam jejak yang mengesankan dan punya kapasitas menumbangkan tim-tim besar. Terlebih sejak tongkat kepelatihan beralih dari Jacksen F Tiago ke Alfredo Vera. 

Di tangan Alfredo, Mutiara Hitam meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang setelah sebelumnya menelan enam kekalahan beruntun. Munster menegaskan, tidak ada pertandingan yang mudah karena Persipura punya banyak pemain bagus. 

"Pada pertandingan sebelumnya, Persipura bahkan bermain apik. Saya memprediksi pertandingan akan berjalan sulit," ujarnya. 

Pria berusia 39 tahun itu menargetkan, timnya harus mampu mempertahankan posisi puncak klasemen. Namun, di saat yang sama, ia meminta seluruh anak asuhnya untuk mewaspadai pergerakan tim-tim yang mengintai mereka.

Di sisi lain, Persipura juga sedang mempertahankan momentum kebangkitan tim. Alfredo menyebut dua hasil laga terakhir menjadi peningkat motivasi anak asuhnya. Ia berharap tiga poin dapat diraih saat berhadapan dengan Bhayangkara FC. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bhayangkara FC (bhayangkarafc)

"Dengan hasil positif kemarin, mental pemain sudah naik. Itu jadi motivasi lebih untuk keluar dari zona degradasi," katanya. 

Saat ini, Persipura menghuni peringkat ke-17 dengan koleksi sembilan poin. Berada di zona degradasi menjadi hal yang menyedihkan bagi tim yang dalam dua dekade terakhir kerap juara atau minimal finis di papan atas.

Meski begitu, Alfredo percaya diri dapat mengerek timnya ke tempat yang lebih baik. Ia akan berfokus pada perbaikan kesalahan kecil di lapangan. Alfredo optimistis timnya bisa meraih kemenangan. 

"Ini soal bagaimana kami bisa mendapat poin maksimal. Tidak banyak yang bisa kami lakukan selain itu," ujarnya.


×