Petugas gabungan memeriksa identitas dan surat keterangan negatif Covid-19 dari pengemudi kendaraan dengan pelat nomor dari luar Bandung di gerbang Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (3/5). Penyekatan yang dilakukan oleh petugas gabungan dari | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
04 May 2021, 03:50 WIB

Pergerakan Penumpang Meningkat 

Lonjakan kedatangan penumpang juga terjadi di Bandara Internasional Yogyakarta.

PADANG -- Arus kedatangan penumpang di sejumlah bandara meningkat cukup tinggi menjelang periode larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Peningkatan itu salah satunya terjadi di Padang, Sumatra Barat, daerah yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. 

Plt Eksekutif General Manager Bandara Internasional Mingkabau (BIM) Padang Pariaman, Imamura Ginting mengatakan, jumlah kedatangan penumpang di BIM meningkatan 50 persen dari biasanya dalam beberapa hari terakhir. 

"Angkanya berkisar 3.000 sampai 3.500 untuk kedatangan. Sedangkan keberangkatan itu sekitar 1.000 sampai 1.200 penumpang," kata Imamura, Senin (3/5).

Imamura memperkirakan jumlah kedatangan akan terus mengalami peningkatan menjelang waktu pelarangan mudik.  Meski ada larangan mudik, menurutnya, BIM pada 6-17 Mei akan tetap beroperasi karena masih harus melayani penerbangan tertentu. Kendati demikian, ia memastikan pengawasan terhadap protokol kesehatan akan diperketat. 

Terkait

photo
Penumpang bus menunjukkan surat hasil tes antigen saat penyekatan pemudik di Jalan Trans Kalimantan Kapuas, Kalimantan Tengah, Senin (3/5/2021). Penyekatan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan BPBD tersebut untuk pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 serta memberikan arahan pemudik memasuki wilayah Kalteng wajib membawa hasil tes antigen yang berlaku 3x24 jam. - (Makna Zaezar/ANTARA FOTO)

Ia menambahkan, BIM akan beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB selama periode peniadaan mudik. "Kalau normalnya pukul 05.00 hingga 22.00 WIB," kata dia. 

Lonjakan kedatangan penumpang juga terjadi di Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peningkatannya mencapai 58 persen sejak Rabu (28/4) hingga Senin (3/5). 

Pelaksana Tugas General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan, pada Rabu (28/4), jumlah penumpang yang datang sebanyak 2.556 penumpang dan yang berangkat 2.093 penumpang. Jumlah kedatangan penumpang pun terus meningkat dalam beberapa hari setelahnya. 

Pada akhir pekan lalu, terdapat 3.305 kedatangan pada Sabtu (1/5) dan 3.385 penumpang pada Ahad (2/5). "Sejak 28 April, khusus kedatangan ada kenaikan 58 persen penumpang dibandingkan minggu sebelumnya," kata Agus Pandu.

Ia mengatakan, berdasarkan data trafik Bandara Internasional Yogyakarta, puncak lonjakan penumpang terjadi pada Jumat (30/4) yang mencapai 6.634 penumpang. "Berdasarkan trafiknya, jumlah penumpang mulai menurun meski jumlahnya masih sangat tinggi dibandingkan rata-rata harian sebelum puasa 1.500 penumpang," kata Agus Pandu.

Sebelumnya, Airport Duty Manager Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Budi Wiyono membenarkan peningkatan jumlah penumpang di April 2021 yang cukup signifikan. Dari angka keberangkatan maupun kedatangan rata-rata harian sebanyak 1.500 penumpang, di April terjadi peningkatan sebanyak 3.000 penumpang.

Peningkatan angka keberangkatan maupun kedatangan di Bandara YIA didominasi dari arah Jakarta. Sedangkan nomor dua berasal dari daerah Kalimantan. Protokol pencegahan penularan COVID-19 di Bandara YIA juga terus diperketat.

Di jalur darat, lalu lalang pemudik terlihat di jalur pantura Indramayu, Senin (3/5). Mayoritas kendaraan pemudik merupakan pengguna sepeda motor roda dua. 

photo
Calon penumpang pesawat udara membawa barang bawaan di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (3/5/2021). Arus penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali saat ini masih terpantau normal dan diperkirakan akan terjadi puncak arus penumpang menjelang pemberlakuan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 6-17 Mei 2021 pada Rabu (5/5) mendatang. - (FIKRI YUSUF/ANTARA FOTO)

Hal itu seperti yang terlihat di Pos Lingkar Lohbener Indramayu. Kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju Cirebon cukup ramai melintasi lokasi tersebut. Keberadaan pemudik itu terlihat dari pelat nomor kendaraan mereka yang berasal dari luar daerah, seperti nopol B, F, T, G dan D. 

Mereka juga membawa sejumlah barang bawaan, seperti tas besar maupun kardus. ‘’Biasanya kendaraan pemudik ramainya kalau malam,’’ kata warga setempat, Saropi (35).

Aktivitas mudik salah satunya dilakukan oleh Wardika (24 tahun). Dengan mengendarai sepeda motor, warga yang tinggal di Jakarta Timur itu hendak mudik ke kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah. 

Wardika berangkat dari tempat tinggalnya usai santap sahur. Dia sampai ke wilayah Kabupaten Indramayu pada siang hari. "Alhamdulillah masih lancar," kata Wardika.

photo
Petugas gabungan memeriksa identitas dan surat keterangan negatif Covid-19 dari pengemudi kendaraan dengan pelat nomor dari luar Bandung di gerbang Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (3/5). Penyekatan yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Polisi, TNI, Dishub dan Satpol PP tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H yang berlaku pada 6-17 Mei 2021. - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Wardika mengaku mudik lebih cepat untuk menghindari larangan mudik pada 6–17 Mei 2021. Ia merupakan pedagang,sehingga tidak terikat dengan waktu kerja seperti halnya pekerja kantoran. "Jadi, saya bisa mudik lebih awal," kata Wardika. 

Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) mencatat adanya penurunan kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek. Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, ada sebanyak 387.383 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada 30 April hingga 2 Mei 2021. 

"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini turun 10 persen jika dibandingkan lalu lintas normal," kata Dwimawan dalam pernyataan tertulisnya, Senin (3/5). 

Dwimawan mengatakan, angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari beberapa Gerbang Tol (GT) utama yakni GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

"Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 181.026 kendaraan menuju arah Timur, 118.983 kendaraan menuju arah Barat, dan 87.374 kendaraan menuju arah Selatan," jelas Dwimawan. 

Menjelang masa peniadaan mudik, Dwimawan mengimbau pelaku perjalanan kategori dikecualikan seperti kendaraan pelayanan distribusi logistik, keperluan kerja atau dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga, ibu hamil (didampingi saty anggota keluarga), dan kepentingan persalinan, dapat melengkapi dokumen persyaratan.

Dokumen tersebut yakni surat izin keluar masuk (SIKM) dan hasil negatif tes RT-PCR maksimal tiga hari atau negatif tes Antigen maksimal dua hari. Bisa juga dengan menyertakan tes Genose dengan hasil negatif sebelum keberangkatan. 

Di Surabaya, Jawa Timur, pergerakan penumpang kereta api dan bis masih normal. Di Terminal Purabaya, Surabaya contohnya, tidak ada lonjakan penumpang. Pengelola terminal juga telah menetapkan, mulai 6 Mei bus AKDP dan AKAP dilarang beroperasi 

Kepala UID Terminal Purabaya, Imam Hidayat mengatakan, kondisi penumpang di terminal terbesar di Jawa Timur (Jatim) masih lengang. "Kondisi terminal cenderung sepi. Sekarang ini bus masih beroperasi. Pelarangan operasi mulai 6 hingga 17 Mei untuk bus AKAP dan AKDP," ujarnya dikonfirmasi, Senin (3/5). 

Begitu pun pergerakan penumpang di stasiun-stasiun di Kota Pahlawan yang juga masih sepi. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menegaskan, volume penumpang di stasiun-stasiun dalam naungan Daop 8 masih normal. Belum ada lonjakan penumpang yang signifikan. "Hari ini sekitar 11.429 penumpang dan itu normal," kata dia. 

Terkait operasional kereta api, Luqman menwgaskan, penjualan tiket kereta api jarak jauh terakhir pada 5 Mei. Sebab, kereta api jarak jauh benar-benar tidak beroperasi pada 6-17 Mei. Operasional dibuka lagi pada 18 Mei. Sedangkan kereta api lokal, masih akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.  


×