Siaran syukuran Milad 108 Tahun Muhammadiyah secara virtual di Pusat Syiar Digital Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (18/11). Milad Muhammadiyah tahun ini diselenggarakan di Kota Solo | Wihdan Hidayat / Republika
13 Jan 2021, 16:37 WIB

Muhammadiyah Siapkan Roadmap Ekonomi Umat

Peluang besar pertumbuhan ekonomi umat datang dari industri halal.

 

 

JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan merancang peta jalan atau roadmap pengembangan ekonomi umat. Ketua Dewan Penasihat Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah Soetrisno Bachir mengatakan, Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah akan merancang peta jalan tersebut.

Salah satu fokus dari peta jalan tersebut yakni mengembangkan keuangan syariah di Tanah Air. "Konsolidasi dengan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) disebut lebih memungkinkan apalagi jika dekat dengan ekosistem Muhammadiyah. Kita banyak BPRS, tinggal dioptimalkan, dikonsolidasikan, diholdingkan," kata Soetrisno dalam sebuah webinar, Selasa (13/1).

Terkait

Soetrisno mengatakan, kiprah ekonomi dan bisnis Muhammadiyah telah menimbulkan efek bola salju. Dalam ekosistemnya, Muhammadiyah juga telah memiliki bidang pendidikan dan kesehatan yang maju sehingga menjadi bahan bakar penguatan ekonomi umat.

Ia mengatakan, Muhammadiyah sangat berkomitmen pada pengembangan keuangan syariah Tanah Air.

Di samping itu, Muhammadiyah juga punya misi yang berfokus pada ekonomiumat. Oleh karena itu, Muhammadiyah akan membangun keuangan syariah dengan tetap berkomitmen memberdayakan umat.

 
Muhammadiyah akan membangun keuangan syariah dengan tetap berkomitmen memberdayakan umat.
 
 

Menurut dia, Muhammadiyah kini mencari berbagai solusi dengan tidak hanya berfokus di lembaga perbankan. Dia menekankan, Muhammadiyah akan berupaya membangun sistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi umat. Muhammadiyah juga tidak akan memilih solusi membuat bank sendiri karena sudah pernah dicoba dan kurang berhasil.

Selain itu, teknologi finansial juga disebut lebih cocok dengan Muhammadiyah karena dekat dengan sektor riil dan bisa menjawab tantangan digital di masa depan. Menurut dia, teknologi seperti urun dana atau crowdfunding bisa menjadi contoh potensial karena mempermudah akses ke pasar modal.

 
Teknologi finansial juga disebut lebih cocok dengan Muhammadiyah karena dekat dengan sektor riil dan bisa menjawab tantangan digital di masa depan.
 
 

Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah ke depan akan sangat terbuka pada inovasi. Ketua Dewan Pakar PP Muhammadiyah Hendri Saparini mengatakan, ekonomi syariah ke depan harus mengedepankan penguatan ekosistem. "Ke depan, kita ini tidak hanya bicara lembaga, tapi ekosistem secara keseluruhan," kata Hendri yang juga pendiri lembaga riset ekonomi CORE Indonesia.

Hendri mengatakan, Indonesia punya peluang besar untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi karena punya ruang gerak yang luas. Indonesia punya pasar juga sektor produksi yang harus dimaksimalkan. Berdasarkan proyeksi CORE, perekonomian pada 2021 bisa tumbuh di atas 2019 jika penanganan Covid-19 berjalan dengan baik.

Menurut Hendri, salah satu peluang besar pertumbuhan ekonomi mendatang adalah dari industri halal. Pemerintah dan industri perlu mendukung sektor usaha yang masih belum dioptimalkan tetapi berpotensi besar.

"Sekarang sudah masuk keseriusan di keuangan syariah, tapi riilnya belum tergarap. Maka penting kita dorong secara ekosistem," katanya.

Pengembangan secara ekosistem ini tentu akan membutuhkan model pelayanan atau sistem baru yang lebih cocok dalam penerapannya. Ke depan, ia memperkirakan layanan perbankan tidak seperti yang ada saat ini.

Ceruk digital banking yang luas membuat teknologi bisa menjadi dasar bagi penguatan ekonomi syariah secara sistemis. Dalam lima hingga 10 tahun mendatang, entitas atau lembaga keuangan akan punya model bisnis baru.

CEO Bank Muamalat Indonesia Achmad Kusna Permana mengatakan, model pelayanan sistem perbank an di perusahaannya juga telah mengarah pada pembangunan ekosistem. Artinya, sistem pendanaan dan penyaluran pembiayaan dilakukan secara terintegrasi. Ini memungkinkan pendanaan tersalurkan secara langsung ke sektor riil.

"Membangun supply chain terintegrasi sehingga menciptakan ekosistem umat di internal Muhammadiyah," katanya.

Permana mengatakan, Muhammadiyah punya sistem yang holistik dari hulu ke hilir serta dari jamaah hingga ke amal usaha. Dari kacamata perbankan, ujar Permana, ekosistem tersebut sangat kuat sehingga akan meminimalkan risiko saat layanan perbankan berbasis ekosistem menyeluruh diterapkan. "Secara kekuatan kapitalisasinya juga akan cukup besar," kata Permana.


×