Edisi | Sabtu, 13 Jumadil Awwal 1440 / 19 Januari 2019

Petugas melayani donatur di Kantor Layanan Rumah Zakat, Matraman, Jakarta, Jumat (16/11). | Sumber Foto:Republika/Mahmud Muhyidin

BAZIS DKI Jakarta Ajak Pengusaha Berzakat


BAZIS DKI Jakarta Ajak Pengusaha Berzakat
Oleh : WACHIDAH HANDASAH | Muhyiddin

JAKARTA -- Memasuki usia setengah abad, Badan Amil Zakat Infaq Shadaqah (BAZIS) DKI Jakarta mendorong pengusaha dan masyarakat umum untuk menunaikan zakatnya melalui BAZIS DKI Jakarta. Sebab, selama ini sebagian besar muzaki BAZIS DKI adalah kalangan aparatur sipil negara (ASN).

"Selama ini //kan// banyak dari PNS muzakinya. //Nah// ke depan, masyarakat dan juga para pengusaha akan diajak untuk lebih giat lagi mengeluarkan zakatnya lewat BAZIS DKI," kata Kepala BAZIS DKI Jakarta, Zahrul Wildan saat dihubungi //Republika//, Rabu (5/12).

Pada Rabu (5/12), BAZIS DKI Jakarta tepat berusia 50 tahun. BAZIS yang pambentukannya diprakarsai Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin ini berdiri pada 5 Desember 1968. Zahrul berharap, di usia setengah abad ini, BAZIS DKI bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.

"Kami berharap BAZIS DKI tetap berguna untuk umat, khususnya untuk warga DKI Jakarta. Manfaatnya sudah jelas kelihatan, pendayagunaannya lebih bermanfaat bagi warga DKI Jakarta, dan lebih penting lagi tentunya lebih dipercaya oleh masyarakat," ucap Zahrul.

Ia menilai, program-program BAZIS DKI sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apalagi, BAZIS DKI memiliki lima program unggulan yang selama ini dilakukan untuk turut menyejahterakan Jakarta. Lima program unggulan tersebut, yakni Jakarta Peduli, Jakarta Cerdas, Jakarta Bertaqwa, Jakarta Mandiri, dan Jakarta Sadar Zakat.

Zahrul juga mengatakan, penghimpunan dana zakat, infak, sedekah (ZIS) yang dilakukan BAZIS DKI terus meningkat. Tahun lalu, BAZIS DKI Jakarta berhasil mengumpulkan ZIS sebesar Rp 192 miliar. Tahun ini, angka penghimpunan ZIS tersebut diharapkan meningkat.

"Mudah-mudahan lebih meningkat," ujar Zahrul.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), M Fuad Nasar, mengucapkan selamat kepada BAZIS DKI Jakarta yang merayakan Milad ke-50 pada Rabu (5/12). Ia pun mengapresiasi karena selama setengah abad ini, kepercayaan masyarakat pada BAZIS DKI Jakarta terus tumbuh.

Menurut Fuad, kelahiran BAZIS DKI Jakarta tak lepas dari perkembangan pengelolaan zakat nasional dan BAZIS DKI Jakarta merupakan organisasi pengelola zakat semi pemerintah pertama di Indonesia. Karena itu, Bazis DKI Jakarta patut diberikan apresiasi.

"Ini merupakan suatu catatan sejarah yang patut kita apresiasi. Saya juga melihat kepercayaan masyarakat kepada BAZIS DKI terus tumbuh dan terpelihara," ujar Fuad saat dihubungi //Republika//, Selasa (4/12).

Dia juga memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang telah memprakarsasi berdirinya Bazis DKI Jakarta pada 5 Desember 1968 sesuai dengan saran dan masukan para ulama. Kemudian, dalam perkembangannya, BAZIS DKI telah menjadi saksi dari beberapa tonggak penting dalam sejarah pengelolaan zakat di Indonesia seperti lahirnya UU Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat yang telah diubah menjadi UU Nomor 23 Tahun 2011.

Dalam perjalanannya, lanjut Fuad, BAZIS DKI Jakarta juga selalu mampu menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan pengelolaan zakat yang menuntut profesionalitas, tranparansi, dan akuntabilitas. Karena itu, menurut dia, tak heran jika sampai saat ini BAZIS DKI Jakarta mampu bertahan.

"Dalam setengah abad, dengan capaian zakat yang cukup tinggi, BAZIS DKI sudah banyak berkontribusi dalam penguatan pembangunan di sektor keagamaan, termasuk juga dalam aksi-aksi kemanusiaan,?? ujar dia. n ed: wachidah handasah

wachidah handasah
Redaktur